Kalau bicara soal cerutu premium, sebagian orang mungkin langsung membayangkan vibe khas Kuba atau Nikaragua. Padahal, Indonesia punya pemain lokal kelas berat yang kualitasnya tidak kalah ciamik: Wismilak Cigars.
Lahir dari kota pahlawan Surabaya, Wismilak sukses membuktikan bahwa cerutu buatan tangan (hand-rolled) khas Nusantara mampu berdiri sejajar di panggung global lewat jargon legendaris mereka:
"The Exotic Taste of Indonesia"
Eksplorasi Grha Wismilak: Dari Cagar Budaya Hingga Melinting Cerutu
Pada senin, 3 Agustus 2026 lalu, saya berkesempatan mengunjungi langsung Grha Wismilak di Surabaya, sebuah bangunan cagar budaya bernuansa kolonial yang megah yang berisi museum perjalanan sejarah Wismilak, perjalanan kemudian dilanjutkan dengan melihat langsung fasilitas pabrik produksi milik Wismilak, menjadikan momen perjalanan yang seru dari kunjungan, factory tour, hingga sesi tasting cerutu di exclusive cigar lounge milik Wismilak.
Di museum dan fasilitas pabriknya, saya menyaksikan dari dekat bagaimana tradisi panjang ini dijaga:
Seleksi Daun Tembakau: Proses pemilahan lembar demi lembar daun tembakau terbaik yang dilakukan secara ketat.
Fermentasi Presisi: Tahapan maturasi daun tembakau untuk mengunci aroma dan karakter rasa khas.
Seni Melinting Manual: Keterampilan para roller berpengalaman yang melinting setiap batang cerutu secara manual dengan konsistensi kepadatan (draw) yang terjaga.
Pengalaman berkunjung ini makin menegaskan bahwa cerutu Wismilak bukan sekadar produk komersial, melainkan hasil karya seni dan keahlian tangan (craftsmanship) yang konsisten.
Biar makin kenal, ini dia jejak langkah penting perjalanan Wismilak yang terekam di museumnya:
1962: Didirikan oleh Lie Koen Lie dan Oei Bian Hok di bawah naungan PT Gelora Djaja.
1999: Resmi merambah dunia cerutu buatan tangan (hand-rolled).
2000: Merilis karya masterpiece pertamanya yang ikonik, Wismilak Premium Cigar (WPC) Robusto.
2010: Sabet rekor MURI di ajang World Tobacco Asia karena membuat cerutu terbesar di Indonesia.
2025: Merayakan 25 tahun jam terbang di dunia cerutu premium dengan merilis Wismilak Clasico Series, sekaligus makin eksis di pasar Malaysia, Dubai, hingga Asia.
Rasa mantap dari cerutu Wismilak tidak lepas dari tangan dingin Mr. Soegeng Pangestu. Beliau memiliki rekam jejak internasional, termasuk pernah memimpin pemasaran tembakau Indonesia di Bremen, Jerman.
Rahasia kelezatan rasa cerutu Wismilak terletak pada pilihan wrapper (daun pembungkus luar):
Java Besuki Na-Oogst (Jember): Daunnya tipis, elastis, dan memiliki daya bakar merata. Memberikan rasa yang mild, smooth, ada sentuhan manis gurih, plus aroma asap yang harum.
Connecticut (Ecuador): Tumbuh di bawah naungan awan alami Pegunungan Andes. Karakter rasanya mild dan creamy, dengan nuansa kayu cedar, almond, serta kopi susu.
Corojo (Ecuador): Berasal dari benih asli Kuba dengan warna cokelat kemerahan berminyak. Rasanya medium-to-full, tegas, kaya rempah lada, dan aroma earthy.
Di akhir kunjungan, menikmati batang demi batang cerutu Wismilak di Surabaya terasa sangat pas. Jika Anda ingin mencoba, berikut panduan singkat varian Wismilak yang bisa disesuaikan dengan mood:
1. Premium & Seleccion Series
Premium Series (Mild): Memakai wrapper Connecticut. Cocok sebagai pendamping kopi di pagi hari dengan aroma roti panggang, hazelnut, dan cokelat manis.
Seleccion Series (Mild to Medium): Menggunakan wrapper Corojo. Pilihan pas kalau ingin rasa kopi, cokelat hitam, dan bumbu rempah yang agak bold (tersedia dalam ukuran Robusto, Corona, dan Petit Corona).
2. The Masterpiece: Wismilak Clasico Series (Series I – V)