Pre-Masterplan Pembangunan Pulau Sumba

Kemarin pada tanggal 30 Desember 2021, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan topik Pre-Masterplan Percepatan Pembangunan Wilayah Pulau Sumba 2022-2041 (20 tahun pembangunan). Kami diundang sebagai salah satu narasumber berkaitan dengan buku HUMBA 2045 "Revolusi Kognitif Generasi Sumba" yang kami tulis dan terbitkan. Pihak penyelenggara (BAPPENAS) berharap kami bisa mempresentasikan secara detail soal:

  1. Konsep Revolusi Kognitif Generasi Sumba (Gen'S).

  2. Strategi pengembangan sumber daya manusia yang berdaya saing di pulau Sumba.

  3. Masukan terhadap kajian awal Pre-Masterplan. percepatan pembangunan wilayah pulau Sumba tahun 2022-2041.

Pada kesempatan tersebut saya mejelaskan dengan sangat rinci mengenai 3 Bab utama pada buku Humba 2045 yaitu; Bab 1 Sumba"The Megalithic Island" sebagai brand destinasi, Bab 2 Revitalisasi Kampung Adat dan Bab 3 Sekolah Dasar Tradisi Budaya. Ketiga topik diatas menurut penulis adalah keutamaan dari penulisan buku ini, juga menjadi landasan utama pembangunan Sumba dimasa depan.

Selanjutnya kami mengurai juga konsep Rumah Belajar dan Library+ sebagai ekosistem literasi yang dapat dilaksanakan di Sumba, yang gerakannya justru telah dimulai saat ini oleh kawan-kawan relawan taman/rumah baca di Sumba. Kami juga mengangkat soal bonus demografi hingga potensi ekonomi kreatif sebagai industri strategis menuju Indonesia maju 2045, tidak lupa kami juga menyampaikan pentingnya pembangunan balai seni budaya serta fasilitas olahraga sebagai komitmen membangun sumber daya manusia di pulau Sumba. Kami juga menyampaikan program-program yang telah kami laksanakan yaitu program podcast dan e-talk "Suara Sabana", madingsekolah.org dan Humba Academy sebagai medium belajar alternatif Gen'S (Generasi Sumba), kami juga mengingatkan pentingnya generasi muda belia Sumba mulai mempelajari 'coding'.

BAPPENAS menyampaikan dengan detail rencangan percepatan pembangunan pulau Sumba yang dimulai dari isu strategis berkaitan dengan kehidupan sosial, ekonomi, sarana dan prasarana hingga kelembagaan. Konsepsi pembangunan juga terkonsentrasi pada tiga sektor (potensi) utama yaitu Industri Pangan (Future & Security Food), Pariwisata (saya menambahkan harus ada Ekonomi Kreatif disitu!) dan EBT (Energi Baru Terbarukan).

Sebagai penutup dalam FGD tersebut saya menyampaikan:

Kami berharap Masterplan Pembangunan Sumba 2022-2041 inilah yang akan membawa Generasi Sumba (Gen'S) menjadi Generasi yang tangguh, kemudian bersama rekan-rekan di seluruh Indonesia, mengantar Indonesia menjadi negara Maju 2045.