Otak Kiri, Otak Kanan dan Otomatisasi

OTAK KIRI, OTAK KANAN DAN OTOMATISASI

Ahli neurosains setuju bahwa kedua belahan otak (otak kiri dan otak kanan) melakukan pendekatan yang sangat berbeda dalam membimbing tindakan-tindakan kita, memahami dunia dan bereaksi terhadap kejadian-kejadian disekitar kita.

Lebih dari tiga dekade penelitian tentang belahan otak, penemuan-penemuan tersebut dapat disaring menjadi empat perbedaan utama yaitu:

  1. Otak bagian kiri mengendalikan tubuh bagian kanan, otak bagian kanan mengendalikan tubuh bagian kiri.
  2. Otak kiri bekerja secara berurutan, otak kanan bekerja secara bersamaan.
  3. Otak kiri ahli dalam teks, otak kanan ahli dalam konteks.
  4. Otak kiri menganalisis detail, otak kanan menyintesis gambaran besarnya.

Periode satu abad yang lalu mesin membuktikan bahwa mereka bisa menggantikan punggung atau fisik manusia. Pada abad ini, teknologi baru membuktikan mesin AI (Artificial Intelligence) bisa menggantikan peran otak kiri manusia. Sebagai contoh programer komputer, dulu membangun program komputer hingga membangun situs online/website sangat membutuhkan kemampuan berpikir 'otak kiri' dari Sang Programer, namun saat ini peran otak kiri programer tersebut sudah dilakukan/dikerjakan mesin atau yang biasa kita kenal dengan sebutan AI (Artificial Intelligence), saat ini justru peran manusia diharuskan berpindah pada penguasaan konten dan pengisian materi guna pemanfaatan kemajuan teknologi itu sendiri.

Bayangkan 150 tahun terakhir sebagai drama tiga babak;

  • BABAK I ERA INDUSTRI, pabrik-pabrik besar dan jalur perakitan yang efisien menggerakan perekonomian. Karakter utama dalam babak ini adalah pekerja produksi massal, yang kekuatan utamanya adalah kekuatan fisik dan keuletan pribadi.
  • BABAK II ERA INFORMASI, Amerika Serikat dan negara-negara lainnya mulai berubah, produksi massal telah menghilang ke belakang layar, sementara informasi dan pengetahuan menggerakan perekonomian negara maju. Tokoh utama dalam babak ini adalah pekerja informasi, yang karakteristik utamanya adalah kecakapan dalam pemikiran arahan kiri. Perkembangan terus berlanjut hingga saat ini dimana kita sedang berada pada masa keberlimpahan informasi dan otomatisasi.
  • BABAK III ERA KONSEPTUAL, Karakter utamanya adalah pencipta dan pemberi empati yang kemampuan utamanya adalah penguasaan pemikiran arahan kanan.

Tetapi perlu saya jelaskan bahwa dimasa depan bukan berarti pemikiran otak kiri akan punah, melainkan pemikiran otak kiri tetap diperlukan hanya saja hal itu tidak lagi cukup. Dalam era konseptual yang dunia perlukan adalah sebuah pemikiran yang sepenuhnya baru. Agar bertahan dimasa depan kita perlu menanyakan tiga pertanyaan ini pada diri kita sendiri yaitu:

  • Bisakan seseorang diluar sana melakukannya dengan biaya lebih rendah?
  • Bisakah mesin atau komputer melakukannya dengan lebih cepat?
  • Apakah yang saya tawarkan dibutuhkan dalam era keberlimpahan?

Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan menghadapi masa depan maka kita perlu melengkapi pemikiran arahan kiri dengan menguasai enam kemampuan penting arahan kanan, yaitu:

  1. Tidak hanya fungsi tetapi juga DESAIN.
  2. Tidak hanya argumen namun juga CERITA.
  3. Tidak hanya fokus namun juga SIMFONI.
  4. Tidak hanya logika namun juga EMPATI.
  5. Tidak hanya keseriusan namun juga BERMAIN.
  6. Tidak hanya akumulasi namun juga ARTI.